Beranda > Tafakur > Kaya atau Terlihat Kaya

Kaya atau Terlihat Kaya

Ada yang mau jadi orang kaya? Kalau kita adakan survey kecil-kecilan, bisa jadi 100% jawabannya adalah mau. Meskipun di dunia ini ada sebagian kecil yang tidak mau kaya dengan alasan yang tersendiri.

Kerja keras siang dan malam untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Bahkan apa saja dijadikan duit, tidak peduli halal atau haram. Prinsip 3H dijalankan. HALAL HARAM HANTAM. Dengan alasan menghasilkan uang yang haram saja susah apalagi yang halal. Mengumpulkan uang untuk kaya katanya.

Sejatinya orang-orang ini hanya TERLIHAT KAYA, bukan ORANG KAYA. Mereka berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan sebagai ORANG KAYA.

Karena ingin terlihat kaya akhirnya banyak hutang. Hutang kanan hutang kiri hutang bank dan lain-lain. Gaji/penghasilan bulanan yang didapatkan sejatinya hanya untuk membayar beban-beban hutang.

Jangan silau dengan orang yang punya rumah mewah, mobil mewah dan yang mewah-mewah lainnya. Tidak sedikit diantara mereka yang terlilit hutang karena ingin Terlihat Kaya.

Jangan silau dengan orang yang banyak memakai perhiasan, tas harga ratusan juta dan lain-lain. Karena tidal sedikit diantara mereka yang tersiksa dengan gaya hidup mereka sendiri.

Banyak contoh orang kaya yang justru terlihat tidak kaya. Mark Zubaucker (Pendiri Facebook) misalnya. Terlihat santai tanpa pakaian mewah

Atau Syaikh Sulaiman Al-Rajhy (Pendiri bank Islam terbesar di Dunia, Al-Rajhy International Bank) justru mewakafkan harta yang menjadi keuntungan dari usahanya.

Pendiri Facebook dan Pendiri Al-Rajhy International Bank adalah ORANG KAYA, bukan ORANG YANG TERLIHAT KAYA.

Jadilah orang KAYA yang sebenarnya, bukan menjadi orang yang TERLIHAT kaya.

Syukuri apa yang ada, InsyaAllah itu akan membuat kita KAYA.

05.08.2017 di Pesantren Insan Cita Serang (ICS)

#InsanCitaSerang #IslamiCerdasSantun #ICS

Iklan
Kategori:Tafakur
  1. Agustus 5, 2017 pukul 12:15 am

    ,
    Kalau kaya, mungkin harta tidak memiliki nilai kalau yg punya ga bersyukur, apalagi hasil korupsi, pasti cepat-cepat dihabiskan.

  2. Agustus 5, 2017 pukul 1:24 am

    Kadang saya juga mikir sampai geleng-geleng kepala. Selain masalah yg dijelaskan diatas, harta itu kalau tidak untuk ditinggalkan ya diperebutkan. Kadang juga sampai dijadikan sebagai alasan untuk menghancurkan. Miris.

    • Agustus 5, 2017 pukul 7:04 am

      Harta dianggap segalanya sehingga terasa gimana gt kalo tidak punya harta. Harta dijadikan alat utk hal2 yang negatif. Ini bahaya

  3. Agustus 5, 2017 pukul 2:32 am

    Setuju sekali dengan tulisan ini. Fenomena berusaha terlihat Kaya di zaman melek teknologi ini sudah bukan hal yang luar biasa. Kalau kita lihat sekeliling, kita akan banyak menemukan hal seperti ini. Kita kadang terllau terpacu untuk menjadi ‘konsumen’ yang baik, bukan ‘produsen’ yang baik. Kalau di lihat dari contoh yang disajikan dalam tulisan ini, orang yang benar-benar kaya ini berusaha keras untuk menjadi produsen atas banyak karya dan mensejahterakan orang-orang disekitarnya. Benar, kembali kepada kita masing-masing, mau dibawa kemana hidup kita?
    Terima kasih tulisannya Dang!
    Salam.

    • Agustus 5, 2017 pukul 7:08 am

      Jadi konsumtif karena ingin terlihat kaya, padahal blm terlalu sanggup dan butuh itu. Orang2 kaya justru produktif, menghasilkan sesuatu dan dikonsumsi oleh org2 yg ingin terlihat kaya.
      Terima kasih sudah berkunjung

  4. Agustus 5, 2017 pukul 2:44 am

    Hutang terutama riba akan menghancurkan semua yang dimiliki. Perusahaan jamu nyonya meneer akhirnya juga pailit karena hutang riba

    • Agustus 5, 2017 pukul 7:05 am

      Iya kang, dosanya juga besar sekali. Semoga saya dan kang nur bs terhindar dari riba

  5. Agustus 5, 2017 pukul 5:56 am

    Bagi Saya pribadi… Kaya adalah ketika kita tidak punya hutang.. Contoh:
    Seorang pembantu membeli sepeda dengan pembayaran “Lunas” = Orang Kaya
    Majikan membeli mobil Pajero Sport dengan pembayaran kredit = Orang Terlihat Kaya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: