Arsip Tag: keutamaan< tauhid

FENOMENA SYIRIK

Fenomena dan kenyataan perbuatan syirik yang bertebaran di dunia Islam merupakan sebab utama terjadinya musibah yang menimpa umat Islam. Juga sebab dari berbagai fitnah, kegoncangan dan peperangan serta berbagai siksa lainnya yang ditimpakan Allah atas kaum muslimin.

Hal itu terjadi karena mereka berpaling dari tauhid, serta karena perbuatan syirik yang mereka lakukan dalam aqidah dan perilaku mereka. Lanjutkan membaca FENOMENA SYIRIK

Iklan

SYIRIK AKBAR / BESAR DAN MACAMNYA

Syirik besar adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah. Ia memohon kepada sesuatu itu sebagaimana ia memohon kepada Allah. Atau melakukan padanya suatu bentuk ibadah, seperti istighatsah (mohon pertolongan), menyembelih hewan, bernadzar dan sebagainya.

Dalam Shahihain disebutkan, Ibnu Mas’ud meriwayatkan, aku bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau menjawab:

“Yaitu engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dialah yang menciptakanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Mus-lim) Lanjutkan membaca SYIRIK AKBAR / BESAR DAN MACAMNYA

MAKNA “MUHAMMAD RASULULLAH”

Beriman bahwasanya Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sebagai utusan Allah, adalah membenarkan apa yang dikabarkannya, menta’ati apa yang diperintahkannya, dan meninggalkan apa yang dilarang dan diperingat-kan darinya, serta kita menyembah Allah dengan apa yang disyari’atkannya. Lanjutkan membaca MAKNA “MUHAMMAD RASULULLAH”

MAKNA LAA ILAAHA ILALLAH (TIADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH)

Kalimat laa ilaaha illallah ini mengandung makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan menetapkannya untuk Allah semata.

  1. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
    “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah.” (Muhammad: 19)
    Mengetahui makna laa ilaaha illallah adalah wajib dan harus didahulukan dari seluruh rukun yang lainnya. Lanjutkan membaca MAKNA LAA ILAAHA ILALLAH (TIADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH)

MACAM-MACAM TAUHID

Tauhid adalah mengesakan Allah Subhanahu wata’ala dengan beribadah kepadaNya semata. Ibadah merupakan tujuan penciptaan alam semesta ini. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

“Dan Aku (Allah) tidah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.” (Adz-Dzaariyaat: 56)

Maksudnya, agar manusia dan jin mengesakan Allah Subhanahu wata’ala dalam beribadah dan mengkhususkan kepadaNya dalam berdo’a. Lanjutkan membaca MACAM-MACAM TAUHID

Keutamaan Tauhid

 
  1. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
    “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82)Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, “Ketika ayat ini turun, banyak umat Islam yang merasa sedih dan berat. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku zhalim kepada dirinya sendiri? Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: Lanjutkan membaca Keutamaan Tauhid

Urgensi Tauhid

Syaikh Muhammad Jamil Zainu

  1. Sesungguhnya Allah menciptakan segenap alam agar mereka menyembah kepadaNya. Mengutus para rasul untuk menyeru semua manusia agar mengesakanNya. Al-Qur’anul Karim dalam banyak suratnya menekankan tentang arti pentingnya aqidah tauhid. Menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan jama’ah. Dan syirik meru-pakan penyebab kehancuran di dunia serta keabadian di dalam Neraka. Lanjutkan membaca Urgensi Tauhid

Bai’at Dalam Timbangan As-Sunnah

Oleh
Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Definisi bai’at
Bai’at secara bahasa berasal dari kata baya’a—mubaya’ah yang bermakna saling mengikat janji. Disebut mubaya’ah karena diserupakan seperti dua orang yang saling menukar harta, dimana salah satunya menjual hartanya kepada yang lain. (lihat Lisanul Arab 8/26, ‘Umdatul Qari 1/154. Tajul ‘Arus 20/370)
Adapaun secara istilah, diterangkan oleh Badruddin Al-‘Aini rahimahullah :
“Seseorang imam mengikat perjanjian (untuk taat) terhadap apa yang dia perintahkan kepada manusia” (‘Umdatul Qari 1/154)
Lanjutkan membaca Bai’at Dalam Timbangan As-Sunnah