Khutbah Jumat “Jangan Jadi Orang yang Muflis (Bangkrut)”

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى هَدَانَا لِهذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَ سَنَدَنَا وَ مَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ و حَبِيْبُهُ وَ رَسُولُهُ. اَلسَّابِقُ إِلَى الأَنَامِ نُورُهُ. وَ رَحْمَةٌ لِلْعَالَمِينَ ظُهُورُهُ. صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَوْلاَدِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ أَتْبَاعِهِ وَ أَحْفَادِهِ أَجْمَعِينَ. Lanjutkan membaca Khutbah Jumat “Jangan Jadi Orang yang Muflis (Bangkrut)”

Iklan

KAJIAN BULUGHUL MARAM, Bab V Mendorong Untuk Melakukan Kebaikan (Hadits 1287-1290)

Oleh : KH. Muhamad Syamlan, Lc (Pengasuh Pesantren Rabbani Bengkulu)

Hadits ke 1287
Tawadhu’

وَعَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ اَللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari Iyadl Ibnu Himar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain.” Riwayat Muslim.

Lanjutkan membaca KAJIAN BULUGHUL MARAM, Bab V Mendorong Untuk Melakukan Kebaikan (Hadits 1287-1290)

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 280

Oleh KH. Muhammad Syamlan, Lc. (Pengasuh Pesantren Rabbani Bengkulu)

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (Qs.Al-Baqarah: 280) Lanjutkan membaca Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Baqarah : 280

Seputar Kisah Isteri Yang Dilarang Suaminya Keluar Rumah Hingga Sang Ayah Meninggal Dunia; Benarkah?

Oleh KH.Muhammad Syamlan,Lc (Pengasuh Pesantren Rabbani Bengkulu)

عن أنس بن مالك عن النبي صلى الله عليه وسلم أن رجلا خرج وأمر امرأته أن لا تخرج من بيتها وكان أبوها في أسفل الدار وكانت في أعلاها فمرض أبوها فأرسلت إلى النبي صلى الله عليه وسلم فذكرت ذلك له فقال أطيعي زوجك فمات أبوها فأرسلت إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أطيعي زوجك فأرسل إليها النبي صلى الله عليه وسلم إن الله قد غفر لأبيها بطاعتها لزوجها. رواه الطبراني في الأوسط وفيه عصمة بن المتوكل وهو ضعيف

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW bahwasanya ada seseorang yang keluar (bepergian) dan memerintahkan istrinya untuk tidak keluar dari rumah. Sementara ada ayah wanita itu tinggal di bagian bawah rumah, sedangkan sang wanita tinggal di bagian atas.

Lanjutkan membaca Seputar Kisah Isteri Yang Dilarang Suaminya Keluar Rumah Hingga Sang Ayah Meninggal Dunia; Benarkah?

Atur Pola Tidur, Jangan Begadang!

Kalau bicara begadang, jadi teringat dengan H. Rhoma Irama, sang Raja Dangdut, yang dalam salah satu lirik lagu yang diciptakannya menekankan pada kita untuk tidak begadang. Dia mengatakan ‚Begadang jangan begadang kalau tiada artinya‛. Jelas ini adalah pesan yang sangat baik karena kebiasaan begadang dapat membuat efek buruk bagi diri kita. Lanjutkan membaca Atur Pola Tidur, Jangan Begadang!

Masukkan Anak ke Pesantren? Siapa Takut!

Lima Pesan untuk orangtua yang anaknya sedang menuntut ilmu di pesantren.

1. Anak Tergantung Orangtuanya

“Kalau mau punya anak bermental kuat, orangtuanya harus lebih kuat. Punya anak itu jangan hanya sekedar saleh, tapi juga bermanfaat untuk umat. Orangtua harus berjuang lebih ikhlas,” Lanjutkan membaca Masukkan Anak ke Pesantren? Siapa Takut!