Tafsir Surat Hud : 63-71

Oleh: KH.M.Syamlan, Lc. (Pengasuh Pesantren Rabbani Bengkulu)

قال يا قوم أرأيتم إن كنت على بينة من ربي وآتاني منه رحمة فمن ينصرني من الله إن عصيته فما تزيدونني غير تخسير

ويا قوم هذه ناقة الله لكم آية فذروها تأكل في أرض الله ولا تمسوها بسوء فيأخذكم عذاب قريب

فعقروها فقال تمتعوا في داركم ثلاثة أيام ذلك وعد غير مكذوب Lanjutkan membaca Tafsir Surat Hud : 63-71

Iklan

BULUGHUL MARAM Bab V: Tentang Mendorong untuk melakukan kebaikan.

Oleh: KH.M.Syamlan,Lc (Pengasuh Pesantren Rabbani Bengkulu.

HADITS KE 1282

وَعَنْ مُعَاوِيَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ يُرِدِ اَللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي اَلدِّينِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Muawiyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah ia akan diberi pemahaman tentang agama.” Muttafaq Alaihi.

Lanjutkan membaca BULUGHUL MARAM Bab V: Tentang Mendorong untuk melakukan kebaikan.

Tafsir Al-Baqarah 276

Oleh KH. Muhammad Syamlan, Lc (Pengasuh Pesantren Rabbani Kota Bengkulu)

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” (QS. Al-Baqarah 276)

Lanjutkan membaca Tafsir Al-Baqarah 276

“Periodisasi Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau Awal Abad Ke-19”

Oleh : Wahyu Indra Wijaya

“Pengantar”

Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari artikel panjang yang pernah kami posting sebelumnya yang mencoba menganalisis salah satu sumber primer pribumi mengenai gerakan Paderi, yakni naskah Surat Keterangan Syekh Jalaluddin Karangan Faqih Shaghir (selanjutnya disebut SKSJ).

Lanjutkan membaca “Periodisasi Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau Awal Abad Ke-19”

SEBUAH DIALEKTIKA : Islam dan Negara

Mendiskusikan tentang Islam dan Negara itu menarik sekali. Mencoba mencari korelasi positif diantara keduanya. Ditambah dengan berbagai kutub Isme berusaha diperbandingkan dengan Islam, padahal tidak setara.  Sangat tidak pantas dibandingkan. Islam turun dari Allah SWT, sedangkan Isme-isme itu buatan manusia yang tidak seberapa besar kemampuan otaknya. Tapi baiklah, agar ini sedikit ada pencerahan, maka coba untuk membuka ruang diskusi. Meskipun untuk lebih jauh dibutuhkan kajian mendalam dan referensi yang lebih akurat lagi dengan dibimbing oleh Ulama yang hanif. Lanjutkan membaca SEBUAH DIALEKTIKA : Islam dan Negara

MENYOROTI PERDA “ECEK-ECEK”

Setiap kita bercita-cita agar Indonesia ini menjadi lebih baik dari hari kehari, meskipun pilihan jalan untuk mencapainya berbeda. Ada yang berkontribusi melalui lembaga-lembaga swadaya masyarakat, lembaga sosial dan ada juga yang melalui lembaga parlemen (jalur politik). Mereka yang berjuang melalui jalur politik mempunyai wewenang membuat Peraturan Daerah, Undang-undang dan regulasi lainnya yang akan berdampak besar ke masyarakat pada umumnya.

Lanjutkan membaca MENYOROTI PERDA “ECEK-ECEK”