WAH KANGEN

Karena kesibukan pekerjaan membuat jarang buka blog ini lagi. Kangen banget sama teman – teman bloger yang lain. Meskipun tetap menulis sih, tapi tidak diupdate di blog. Menulis bersama Komunitas Menulis Bengkulu.

  1. Selirih mantra penyair : ketika puisi menangis tertawa (ISBN 978-623-6502-45-7
  2. Cerita bintang mengitari aksara (ISBN 978-623-6502-90-7)

Bismillah, tetap semangat menulis

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Pramuka Yang Membesarkan

Saya pertama kali ikut pramuka dari kelas 4 SD. Itu kira – kira tahun 1994/95. Ada sekelompok anak Pramuka dari SMA yang mulai membuka kegiatan Pramuka di sekolah kami. Yang paling saya ingat itu ada yang kami panggil Kak Fikri. Beliau ketua rombongannya. Akhirnya SD sudah mulai ikut kemah walau masih di halaman sekolah saja. Lanjutkan membaca Pramuka Yang Membesarkan

Kita Masih Terjajah?

Ketika memasuki bulan Agustus setiap tahunnya, dari kota hingga ke desa akan ramai dengan berbagai atribut yang berwarna merah dan putih yang bertuliskan “Dirgahayu Kemerdekaan RI”. Mulai dari Spanduk, umbul-umbul, bendera, gapura semuanya dihias serba merah putih. Pokoknya dibuat semeriah mungkin. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan lomba-lomba dalam rangka 17 Agustusan.

Lanjutkan membaca Kita Masih Terjajah?

Beradu Do’a

Pagi ini alhamdulillah Teteh dari kampung bisa bersilaturrahim ke rumah. Dari mengantar anaknya untuk mulai beraktifitas di kampus. Bertemu saudara adalah kebahagiaan tersendiri bagi kita yang berada di perantauan.

Ada sebuah pembicaraan yang menggelitik dari kunjungan ini. Teteh bercerita kalau kemaren ke pasar. Ketika di pasar Teteh bertanya ke pedagang cabe. Lanjutkan membaca Beradu Do’a

Zaman Sudah Berubah

Zaman sudah berubah. Itulah kalimat yang paling cocok menggambarkan kondisi kita saat ini. Semua mendadak berubah. Kita terpaksa berubah. Perubahan ini memang diprediksi tetapi kecepatan perubahan ini yang tidak terprediksi. Tiba – tiba Pnemunia Wuhan yang sekarang berganti nama menjadi Corona Virus Desease (COVID-19) membuat semuanya terpaksa, dipaksa berubah. Lanjutkan membaca Zaman Sudah Berubah

Belajar Dari Peristiwa Beirut

Dunia terkejut dengan Peristiwa Beirut (Rabu, 05/08/2020). Sebuah ledakan besar terjadi di jantung perekonomian Libanon, sebuah Pelabuhan Utama Libanon.Tagar #PrayforLibanon #PrayforBeirut sempat  menjadi trending topic di jagar social media sebagai bentuk bela sungkawa dunia atas ledakan yang menurut kejadian Sebagian orang menyerupai bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (detik.com, 6/08/2020). Lanjutkan membaca Belajar Dari Peristiwa Beirut

Pagi Menulis Yuk…

Menyambung tulisan sebelumnya (baca: Aduh, Jangan tidur Sesudah Subuh Deh!) tentang kegiatan yang bisa dilakukan untuk menahan beratnya rasa kantuk. Salah satunya adalah menulis. Tentu saja tidak langsung menulis tetapi dengan terlebih dahulu melakukan aktifitas fisik lainnya; jogging, jalan ke masjid atau senam. Lanjutkan membaca Pagi Menulis Yuk…

Aduh, Jangan Tidur Sesudah Subuh Deh!

Tulisan ini dibuat untuk motivasi bagi diri sendiri agar berjuang untuk mengalahkan godaan tidur setelah subuh. Karena melawan keinginan untuk tidur lagi setelah subuh itu beratnya luar biasa. Coba deh,Ada yang ngerasain nggak kalau tidur sesudah subuh itu, pas bangunnya perasaan jadi malas bangun, mood jadi kurang bagus ? Tuh kan? Lanjutkan membaca Aduh, Jangan Tidur Sesudah Subuh Deh!

%d blogger menyukai ini: